Analysis Of Ibn Al-Munayyir’s Thoughts About Debt In The Book Of Al-Mutawari ‘Ala Abwab Al-Bukhari
Analisis Pemikiran Hadith Ibn Al-Munayyir Mengenai Hutang Dalam Kitab Al-Mutawari ‘Ala Abwab Al-Bukhari
Keywords:
Hadith, Thought, Debt, al-Bukhari, AuthenticAbstract
This article aims to trace the thought of hadith by Ibn al-Munayyir (w683H) in the book al-Mutawari 'Ala Abwab al-Bukhari. The al-Mutawari book is among the best books produced by scholars in providing explanation of Sahih al-Bukhari, the al-Bukhari's work which is seen to achieve its two objectives of compiling a collection of authentic hadiths that conform to the terms it holds and making Sahih al-Bukhari as a scientific work containing istinbat and views in various Islamic sciences. This article aims to highlight the thought of hadith by Ibn al-Munayyir in explaining the analysis of tarjuman Sahih al-Bukhari with the focus on al-Istiqrad wa Ada’ al-Duyun chapter. Content analysis methods are used to obtain data while inductive and deductive methods are used to analyze data. It is obvious that Ibn al-Munayyir can be considered among the pioneers who highlighted the thoughts and analysis of the chapters in order to give a clear understanding of the chapter and contents of Sahih al-Bukhari.
Abstrak
Artikel ini bertujuan menelusuri pemikiran hadith Ibn al-Munayyir (w. 683H.) dalam kitab al-Mutawari ‘ala Abwab al-Bukhari. Kitab al-Mutawari antara kitab terunggul dihasilkan oleh ulama dalam memberikan penjelasan terhadap Sahih al-Bukhari karya al-Bukhari yang dapat dilihat mencapai dua objektif penyusunannya iaitu mengumpul koleksi hadith sahih yang terpilih yang menepati syarat-syarat yang dipegangnya dan menjadikan Sahih al-Bukhari sebagai karya ilmiah yang mengandungi istinbat dan pandangan dalam pelbagai ilmu Islam. Untuk itu, artikel ini bertujuan mengetengahkan pemikiran hadith Ibn al-Munayyir dalam memberikan penjelasan terhadap tarjuman bab Sahih al-Bukhari dengan tumpuan kepada kitab al-Istiqrad wa Ada’ al-Duyun. Metode analisis kandungan digunakan bagi mendapatkan data sementara metode induktif dan deduktif digunakan untuk menganalisis data. Jelasnya, Ibn al-Munayyir boleh dianggap antara tokoh perintis yang mengetengahkan pemikiran tarjuman bab dalam usaha memberikan kefahaman yang jelas terhadap tajuk bab dan isi kandungan Sahih al-Bukhari.







